KERSEN
adalah nama tanaman yang memiliki buah kecil berwarna merah seperti cery bila buahnya matang maka rasanya manis. Di beberapa daerah ada yang menyebutnya cery ada juga yang menyebutnya baleci untuk daerah lumajang jawa barat kemudian nama tanaman ini di beberapa negara adalahEnglish) Jamaican cherry, Panama berry, Singapore cherry, Strawberry tree; (Spanish) bolaina yamanaza, cacaniqua, capulín blanco, nigua, niguito, memizo or memiso; (Indonesia) kersen; dan (Filipino) aratilis, aratiles, manzanitas. sedangkan nama latin atau nama ilmiah untuk tanaman ini adalah Muntingia calabura, tanaman ini banyak di temui di daerah tropis. banyak juga ditemui di pinggir selokan, retakan dinding, bahkan penulis juga pernah menemukan tanaman ini di tebing yang curam mungkin karena ketahananya ini tanaman ini juga di sebut tanaman pionir.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Muntingiaceae
Genus : Muntingia
Spesies : M. calabura
Ciri Ciri Fisik :
Tanaman ini biasanya tumbuh dengan ukuran kecil namun kadang juga bisa berukuran besar bahkan ada yang bisa mencapai tinggi hingga 12 Meter. selalu hijau terus menerus, berbunga dan berbuah sepanjang tahun Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya. membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar demikian pula daunnya.
Daun tanaman ini memiliki sistem pertulangan yang menyirip, daun tidak simetris dan tepinya bergerigi sedangkan bunganya berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya. buah memiliki diameter hingga 1.5 cm berbentuk seperti cerry jika matang maka akan berwarna merah dan terasa manis.
MANFAAT DAUN & BUAH KERSEN:
1. ANTISEPTIK
Rebusan daun kersen ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba atau sebagai antiseptik. Rebusan daun kersen terbukti
dapat membunuh bakteri sbb: C. Diptheriae , S. Aureus, P. Vulgaris, S. Epidemidis, dan K. Rhizophil.Diduga aktivitas anti bakteri dari
daun kersen ini disebabbkan oleh adanya kandungan senyawa seperti tanin, flavonoids dan saponin yang dimilikinya.
2. ANTIINFLAMASI
Rebusan daun kersen juga mempunyai khasiat untuk mengurangi radang (antiinflamasi) dan juga menurunkan panas.
3. ANTI TUMOR
Daun kersen dilaporkan juga mempunyai efek anti tumor, dimana kandungan senyawa flavonoid yang dipunyai daun kersen ini ternyata
dapat menghambat pertumbuhan sel kanker secara invitro/laboratoris.
4. ANTI URIC ACID (ASAM URAT)
Di Indonesia secara tradisional buah kersen telah digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen
sebayak 9 butir 3 kali sehari. Hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat tsb.
Kandungan Gizi :
dikutip dari iptek(dot)net setiap 100 gram tanaman ini memiliki kandungan : 76,3 g air, 2,1 g protein, 2,3 g lemak, 17,9 g karbohidrat, (,0 g serat, 1,4 g abu, 125 mg kalsium, 94 mg fosfor, 0,015 mg vitamin A, 90 mg vitamin C. Nilai energinya 380 kJ/100 g
Hingga sekarang masih sedikit sekali penelitian yang mengambil tema tentang tanaman kersen ini bisa jadi ditemukan manfaat lain yang bisa menolong manusia di masa depan
CIPLUKAN
Nama ilmiah : Physalis angulata L.
Nama lokal : Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat
(Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).
Physalis angulata L adalah tumbuhan herba annual (tahunan) dengan tinggi 0,1-1 m. Batang pokoknya tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul. Daunnya tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian berbentuk bulat telur-bulat memanjang-lanset dengan ujung runcing, ujung tidak sama (runcing-tumpul-membulat-meruncing), bertepi rata atau bergelombang-bergigi, 5-15 x 2,5-10,5 cm. Bunga tunggal, di ujung atau ketiak daun, simetri banyak, tangkai bunga tegak dengan ujung yang mengangguk, langsing, lembayung, 8-23 mm, kemudian tumbuh sampai 3 cm. Kelopak berbentuk genta, 5 cuping runcing, berbagi, hijau dengan rusuk yang lembayung. Mahkota berbentuk lonceng lebar, tinggi 6-10 mm, kuning terang dengan noda-noda coklat atau kuning coklat, di bawah tiap noda terdapat kelompokan rambut-rambut pendek yang berbentuk V. Tangkai benang sarinya kuning pucat, kepala sari seluruhnya berwarna biru muda. Putik gundul, kepala putik berbentuk tombol, bakal buah 2 daun buah, banyak bakal biji. Buah ciplukan berbentuk telur, panjangnya sampai 14 mm, hijau sampai kuning jika masak, berurat lembayung, memiliki kelopak buah.
Klasifikasi
Klasifikasi Physalis angulata L dalam sistematika tumbuhan menurut adalah:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonnae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Marga : Physalis
Spesies : Physalis angulata L
Habitat, Penyebaran, dan Budidaya
Ciplukan adalah tumbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, dan tepi hutan. Ciplukan biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl. Kultur tunas dapat tumbuh baik pada media MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh BA dan IAA. Kadar dan perbandingan zat pengatur tumbuh untuk regenerasi kultur tunas agar diperoleh planttet adalah sebesar BA 3-4 ppm dan IAA 0,1 ppm.
Penggunaan di Masyarakat
Akar tumbuhan ciplukan pada umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning.
Kandungan Kimia Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam ciplukan antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain: herba (Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A), biji (12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat), akar (alkaloid), daun glikosida (flavonoid/luteolin), tunas (flavonoid dan saponin).
Perkembangan Penelitian
Sejak lama, ciplukan sebenarnya telah diteliti oleh para ahli dari berbagai negara. Penelitian tersebut biasanya terfokus pada aktivitas yang dimiliki oleh ciplukan. Dari penelitian yang telah dilakukan, baik secara invitro maupun invivo, didapatkan informasi bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik.
Baedowi [1998] telah melakukan penelitian terhadap ciplukan secara invivo pada mencit. Dari penelitiannya tersebut, didapatkan informasi bahwa ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat memengaruhi sel β insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan. Januario et al. (2000) telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba ciplukan fraksi A1-29-12 yang terdiri dari fisalin B, D, dan F menunjukkan KHM (Kadar Hambat Minimum) dalam g.mL-1. Fisalin m menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 B dan D murni menunjukkan nilai KHM dalam menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv masing-masing sebesar >g.mL-1 dan 32m128 g.mL-1. Diduga fisalin D berperan penting pada aktivitas antimikroba m yang ditunjukkan.
Beberapa Manfaat Ciplukan
a. Diabetes Mellitus.
Bahan : tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan.
Cara membuat : dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
b. Sakit paru-paru.
Bahan : tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya).
Cara membuat : direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 gelas.
c. Ayan.
Bahan : 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak.
Cara menggunakan : dimakan setiap hari secara rutin.
d. Borok.
Bahan : 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih. Cara membuat: ditumbuk sampai halus.
Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang sakit.
2 jenis tanaman buah di atas saya yakin seringkali kita anggap remeh. Hanya tanaman liar.......... dimanapun dia bisa tumbuh, tidak berguna, hanya mengotori halaman saja. Itulah yang paling banyak terbersit dalam pikiran kita. padahal kita salah besar............. meski keberadaanya sering kita abaikan sesungguhnya kedua tanaman tersebut banyak sekali khasiatnya. Selain yang sudah disebutkan di atas saya yakin masih banyak khasiat lain dari ke 2 tanaman ini. tinggal kita mencarinya. jangan sampai saat tanaman ini telah diambang kepunahan kita baru menyadari bahwa sesuatu yg telah berharga luput dari perhatian kita semuanya.
manfaat kedua tanaman di atas hanya diambil pada keadaan buah n daunnya segar. bagaimanakah kita membuatnya jadi tahan lama????
tumbuhan ciplukan hanya tumbuh saat musim penghujan saja. tidak bisa kita temukan dengan mudah. bagaimankah cara membuatnya tahan lama???
Dalam tanaman kersen mengandung 3 senyawa kimia penting yaitu tanin, flavonoid, dan saponin. saponin dan flavonoid juga terdapat dalam tanaman ciplukan.
flavonoid merupakan metabolit sekunder tumbuhan tertentu (briofid dan vaskular) yang didasarkan pada 2-fenilbenzopiran; sering berupa glikosida dan banyak yang penting dalam kemotaksonomi (taksonomi tumbuhan), ada yang berupa pigmen, fitoaleksin, atau insektisida alamiah.
saponin merupakan 2 kelompok glikosida tumbuhan, satu triterpenoid dan yang lain steroid, yang akan membentuk larutan koloidal yang berbuih-buih jika dikocok dengan air, digunakan sebagai koloid protektif (pelindung) dan pengemulsi, pada konsentrasi yang sangat rendah masih mampu menguraikan butir darah merah.
Tanin merupakan kelompok senyawa nabati yang bersifat asam, aromatik, dan memberi rasa kesat, biasa disebut dengan asam tanah dengan rumus kimia C14 H10 O9.
sedangkan pada tanaman ciplukan selain mengandung senyawa flavonoid dan saponin, juga mengandung polifenol, fisalin, dan juga alkanoid.
tahukah anda ????
Fenol merupakan hidroksil aromatik atau sering disebut sebagai asam karbolat yang memiliki rumus kimia C6 H5 OH. senyawa fenol sering digunakan sebagai antiseptik, bahan untuk membuat resin, dan bahkan sebagai bahan peledak.
anda tidak mengira bukan kalau ternyata dalam tumbuhan ciplukan terdapat suatu senyawa yg bisa digunakan sebagai bahan peledak. wawwww........ sungguh menarik. tinggal bagaimanakah kita mencari tau bagaimana memaksimalkan penggunaannya. peledak dengan menggunakan bahan dari tanaman ciplukan yg sangat murah harganya, bahkan sering dianggap sebagai tanaman yang tidak berharga.
adalah nama tanaman yang memiliki buah kecil berwarna merah seperti cery bila buahnya matang maka rasanya manis. Di beberapa daerah ada yang menyebutnya cery ada juga yang menyebutnya baleci untuk daerah lumajang jawa barat kemudian nama tanaman ini di beberapa negara adalahEnglish) Jamaican cherry, Panama berry, Singapore cherry, Strawberry tree; (Spanish) bolaina yamanaza, cacaniqua, capulín blanco, nigua, niguito, memizo or memiso; (Indonesia) kersen; dan (Filipino) aratilis, aratiles, manzanitas. sedangkan nama latin atau nama ilmiah untuk tanaman ini adalah Muntingia calabura, tanaman ini banyak di temui di daerah tropis. banyak juga ditemui di pinggir selokan, retakan dinding, bahkan penulis juga pernah menemukan tanaman ini di tebing yang curam mungkin karena ketahananya ini tanaman ini juga di sebut tanaman pionir.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Muntingiaceae
Genus : Muntingia
Spesies : M. calabura
Ciri Ciri Fisik :
Tanaman ini biasanya tumbuh dengan ukuran kecil namun kadang juga bisa berukuran besar bahkan ada yang bisa mencapai tinggi hingga 12 Meter. selalu hijau terus menerus, berbunga dan berbuah sepanjang tahun Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya. membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar demikian pula daunnya.
Daun tanaman ini memiliki sistem pertulangan yang menyirip, daun tidak simetris dan tepinya bergerigi sedangkan bunganya berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya. buah memiliki diameter hingga 1.5 cm berbentuk seperti cerry jika matang maka akan berwarna merah dan terasa manis.
MANFAAT DAUN & BUAH KERSEN:
1. ANTISEPTIK
Rebusan daun kersen ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba atau sebagai antiseptik. Rebusan daun kersen terbukti
dapat membunuh bakteri sbb: C. Diptheriae , S. Aureus, P. Vulgaris, S. Epidemidis, dan K. Rhizophil.Diduga aktivitas anti bakteri dari
daun kersen ini disebabbkan oleh adanya kandungan senyawa seperti tanin, flavonoids dan saponin yang dimilikinya.
2. ANTIINFLAMASI
Rebusan daun kersen juga mempunyai khasiat untuk mengurangi radang (antiinflamasi) dan juga menurunkan panas.
3. ANTI TUMOR
Daun kersen dilaporkan juga mempunyai efek anti tumor, dimana kandungan senyawa flavonoid yang dipunyai daun kersen ini ternyata
dapat menghambat pertumbuhan sel kanker secara invitro/laboratoris.
4. ANTI URIC ACID (ASAM URAT)
Di Indonesia secara tradisional buah kersen telah digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen
sebayak 9 butir 3 kali sehari. Hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat tsb.
Kandungan Gizi :
dikutip dari iptek(dot)net setiap 100 gram tanaman ini memiliki kandungan : 76,3 g air, 2,1 g protein, 2,3 g lemak, 17,9 g karbohidrat, (,0 g serat, 1,4 g abu, 125 mg kalsium, 94 mg fosfor, 0,015 mg vitamin A, 90 mg vitamin C. Nilai energinya 380 kJ/100 g
Hingga sekarang masih sedikit sekali penelitian yang mengambil tema tentang tanaman kersen ini bisa jadi ditemukan manfaat lain yang bisa menolong manusia di masa depan
CIPLUKAN
Nama ilmiah : Physalis angulata L.
Nama lokal : Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat
(Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).
Physalis angulata L adalah tumbuhan herba annual (tahunan) dengan tinggi 0,1-1 m. Batang pokoknya tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul. Daunnya tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian berbentuk bulat telur-bulat memanjang-lanset dengan ujung runcing, ujung tidak sama (runcing-tumpul-membulat-meruncing), bertepi rata atau bergelombang-bergigi, 5-15 x 2,5-10,5 cm. Bunga tunggal, di ujung atau ketiak daun, simetri banyak, tangkai bunga tegak dengan ujung yang mengangguk, langsing, lembayung, 8-23 mm, kemudian tumbuh sampai 3 cm. Kelopak berbentuk genta, 5 cuping runcing, berbagi, hijau dengan rusuk yang lembayung. Mahkota berbentuk lonceng lebar, tinggi 6-10 mm, kuning terang dengan noda-noda coklat atau kuning coklat, di bawah tiap noda terdapat kelompokan rambut-rambut pendek yang berbentuk V. Tangkai benang sarinya kuning pucat, kepala sari seluruhnya berwarna biru muda. Putik gundul, kepala putik berbentuk tombol, bakal buah 2 daun buah, banyak bakal biji. Buah ciplukan berbentuk telur, panjangnya sampai 14 mm, hijau sampai kuning jika masak, berurat lembayung, memiliki kelopak buah.
Klasifikasi
Klasifikasi Physalis angulata L dalam sistematika tumbuhan menurut adalah:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonnae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Marga : Physalis
Spesies : Physalis angulata L
Habitat, Penyebaran, dan Budidaya
Ciplukan adalah tumbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, dan tepi hutan. Ciplukan biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl. Kultur tunas dapat tumbuh baik pada media MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh BA dan IAA. Kadar dan perbandingan zat pengatur tumbuh untuk regenerasi kultur tunas agar diperoleh planttet adalah sebesar BA 3-4 ppm dan IAA 0,1 ppm.
Penggunaan di Masyarakat
Akar tumbuhan ciplukan pada umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning.
Kandungan Kimia Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam ciplukan antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain: herba (Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A), biji (12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat), akar (alkaloid), daun glikosida (flavonoid/luteolin), tunas (flavonoid dan saponin).
Perkembangan Penelitian
Sejak lama, ciplukan sebenarnya telah diteliti oleh para ahli dari berbagai negara. Penelitian tersebut biasanya terfokus pada aktivitas yang dimiliki oleh ciplukan. Dari penelitian yang telah dilakukan, baik secara invitro maupun invivo, didapatkan informasi bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik.
Baedowi [1998] telah melakukan penelitian terhadap ciplukan secara invivo pada mencit. Dari penelitiannya tersebut, didapatkan informasi bahwa ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat memengaruhi sel β insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan. Januario et al. (2000) telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba ciplukan fraksi A1-29-12 yang terdiri dari fisalin B, D, dan F menunjukkan KHM (Kadar Hambat Minimum) dalam g.mL-1. Fisalin m menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 B dan D murni menunjukkan nilai KHM dalam menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv masing-masing sebesar >g.mL-1 dan 32m128 g.mL-1. Diduga fisalin D berperan penting pada aktivitas antimikroba m yang ditunjukkan.
Beberapa Manfaat Ciplukan
a. Diabetes Mellitus.
Bahan : tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan.
Cara membuat : dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
b. Sakit paru-paru.
Bahan : tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya).
Cara membuat : direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 gelas.
c. Ayan.
Bahan : 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak.
Cara menggunakan : dimakan setiap hari secara rutin.
d. Borok.
Bahan : 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih. Cara membuat: ditumbuk sampai halus.
Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang sakit.
2 jenis tanaman buah di atas saya yakin seringkali kita anggap remeh. Hanya tanaman liar.......... dimanapun dia bisa tumbuh, tidak berguna, hanya mengotori halaman saja. Itulah yang paling banyak terbersit dalam pikiran kita. padahal kita salah besar............. meski keberadaanya sering kita abaikan sesungguhnya kedua tanaman tersebut banyak sekali khasiatnya. Selain yang sudah disebutkan di atas saya yakin masih banyak khasiat lain dari ke 2 tanaman ini. tinggal kita mencarinya. jangan sampai saat tanaman ini telah diambang kepunahan kita baru menyadari bahwa sesuatu yg telah berharga luput dari perhatian kita semuanya.
manfaat kedua tanaman di atas hanya diambil pada keadaan buah n daunnya segar. bagaimanakah kita membuatnya jadi tahan lama????
tumbuhan ciplukan hanya tumbuh saat musim penghujan saja. tidak bisa kita temukan dengan mudah. bagaimankah cara membuatnya tahan lama???
Dalam tanaman kersen mengandung 3 senyawa kimia penting yaitu tanin, flavonoid, dan saponin. saponin dan flavonoid juga terdapat dalam tanaman ciplukan.
flavonoid merupakan metabolit sekunder tumbuhan tertentu (briofid dan vaskular) yang didasarkan pada 2-fenilbenzopiran; sering berupa glikosida dan banyak yang penting dalam kemotaksonomi (taksonomi tumbuhan), ada yang berupa pigmen, fitoaleksin, atau insektisida alamiah.
saponin merupakan 2 kelompok glikosida tumbuhan, satu triterpenoid dan yang lain steroid, yang akan membentuk larutan koloidal yang berbuih-buih jika dikocok dengan air, digunakan sebagai koloid protektif (pelindung) dan pengemulsi, pada konsentrasi yang sangat rendah masih mampu menguraikan butir darah merah.
Tanin merupakan kelompok senyawa nabati yang bersifat asam, aromatik, dan memberi rasa kesat, biasa disebut dengan asam tanah dengan rumus kimia C14 H10 O9.
sedangkan pada tanaman ciplukan selain mengandung senyawa flavonoid dan saponin, juga mengandung polifenol, fisalin, dan juga alkanoid.
tahukah anda ????
Fenol merupakan hidroksil aromatik atau sering disebut sebagai asam karbolat yang memiliki rumus kimia C6 H5 OH. senyawa fenol sering digunakan sebagai antiseptik, bahan untuk membuat resin, dan bahkan sebagai bahan peledak.
anda tidak mengira bukan kalau ternyata dalam tumbuhan ciplukan terdapat suatu senyawa yg bisa digunakan sebagai bahan peledak. wawwww........ sungguh menarik. tinggal bagaimanakah kita mencari tau bagaimana memaksimalkan penggunaannya. peledak dengan menggunakan bahan dari tanaman ciplukan yg sangat murah harganya, bahkan sering dianggap sebagai tanaman yang tidak berharga.
3 komentar:
Jadi inget waktu kecil dulu mbak... sering sama temen2 trutusan nek tegalan nyari ceplukan.S
Sayang sekarang udah jarang banget ditempatku tanaman ini...
iya kalau gak pas musim hujan gak ada. padahal khasiatnya banyak banget. bahkan di jepang saja sampai dijual di supermarket besar dalah keadaan kering
Kalau punya stok....kemana dan dmana bisa memasarkannya....
Posting Komentar